Benarkah Manusia Bisa Melebihi Kecepatan Cahaya?

Dalam ilmu fisika modern Kecepatan tertinggi di alam semesta itu adalah kecepatan cahaya. Seberkas cahaya mampu melesat dengan kecepatan 300.000 km/detik. Hanya sesuatu yang sangat ringan saja yang bisa memiliki kecapatan demikian tinggi itu. Bahkan saking ringannya, maka sesuatu itu harus tidak memiliki massa atau bobot sama sekali. Jika sesuatu memiliki bobot meskipun hampir nol, ia tidak bisa mengalami kecepatan cahaya. Yang bisa melakukan kecepatan itu Cuma Photon saja, yaitu kwantum2 penyusun cahaya.

Jadi apakah manusia sanggup mencapai kecepatan cahaya? Berikut jawabannya, sekarang kita coba memahami zat-zat penyusun tubuh manusia, maka kita akan mendapati bahwa badan kita tersusun dari organ2 tubuh , seperti otak, jantung, paru2, liver, daging, tulang, dan lain sebagainya. Berbagai organ tubuh itu juga tersusun dari bagian yang lebih kecil yang disebut sel. Ada sel2 jantung, sel darah, sel tulang, sel saraf, liver dan sebagainya.

Jika dilihat lagi penyusunnya, maka berbagai macam sel itu tersusun dari molekul2. Baik yang sederhana maupun molekul yang sangat kompleks. Mulai H2O sampai pada rantai molekul asam amino atau protein2 kompleks lainnya. Tidak hanya sampai itu saja jika kita cermati lebih detail lagi, maka molekul2 itu juga tersusun dari bagian yang lebih kecil yang disebut atom. Dan ternyata atom juga tersusun dari partikel sub atomic seperti proton, neutron electron dan lain sebagainya.

Seluruh bagian2 penyusun itu bergandengan satu sama lain dengan menggunakan energy ikat, supaya tidak tercerai berai, yang keseluruhannya berkolaborasi membentuk tubuh kita. Maka dari itu lah seorang manusia lantas memiliki bobot yang cukup berat. Jadi benda seberat itu tentu tidak bisa dipercepat dengan kecepatan yang terlalu tinggi, jangankan kecepatan cahaya, dengan percepatan beberapa kali gravitasi bumi (G) saja sudah akan mengalami kendala serius dan bisa meninggal dunia

Sebagai contoh seorang pilot pesawat tempur ketika dia melakukan gerakan manuver di angkasa seperti gerakan vertical naik ke langit atau manuver jatuh kebumi. Saat itu dia akan mengalami tekanan sesuai dengan besarnya percepatan yang dia lakukan. Jika di bermanuver ke langit dengan percepatan 2 kali gravitasi bumi (2G), maka badannya akan mengalami tekanan dua kali lipat dari berat badannya. Kalau bobotnya pada kondisi normal 80 kg, maka pada saat melakukan manuver bobotnya akan menjadi 160 kg.

manuver pesawat

Demikian pula anggota2 badannya juga akan mengalami perlipatan bobot. Jika kepalanya berbobot 10 kg, maka pada saat manuver itu kepalanya akan memiliki bobot 20 kg. demikian pula tangannya, kakinya, dan seluruh organ tubuhnya menjadi dua kali lipat bobot semula. Jadi bisa agan2 sekalian bayangkan bagaimana jika pilot2 tersebut melakukan manuver lebih dari percepatan itu. Padahal banyak pilot yang melakukan manuver sampai 5G.

Kecepatan2 yang diceritakan itu masih tergolong rendah untuk ukuran alam semesta. Dengan kecepatan seperti itu saja badan manusia sudah tidak kuat menanggung bebannya, apalagi jika kita main2 dengan kecepatan cahaya yang perdetiknya bisa mencapai 300.000 km. Sungguh badan manusia tidak akan mampu menahannya.

Apa yang akan terjadi jika manusia mencapai kecepatan cahaya?, yg akan terjadi adalah badan manusia akan tercerai berai menjadi partikel2 sub atomic sebelum mmencapai kecepatan cahaya. Kenapa bisa demikian? Seperti yang dijelaskan diatas, tubuh manusia tersusun dari partikel2 sub atomic yang saling bergandengan menggunakan binding energy alias “energy ikat”.

Nah ketika dipercepat dengan kecepatan yang sangat tinggi, maka muncullah gaya yang berlawanan dengan energy ikat tersebut. Semakin tinggi kecepatan yang diberikan kepada benda, maka energy yang melawan binding energy tersebut semakin besar. Sehingga, suatu ketika tubuh manusia itu akan ‘buyar’ menjadi partikel2 kecil Karena tekanan yang dasyat itu. Subhanallah.
.
Jadi dengan seperti itu kenyataannya, apakah manusia selamanya tidak bisa mencapai kecepatan cahaya ?

Ada suatu teori yang membuat benda yang memiliki massa atau berat dapat melakuan kecepatan cahaya. Teori tersebut dinamakan teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.

sinal gamma

Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Multiexperiment Viewer) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.

Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, maka tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi bisa dirubah menjadi cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.

Tetapi itu masih sebuah teori yang belum pernah di uji cobakan kepada seorang manusia dan masih akan ditunggu percobaan demi percobaan atas teori tersebut. Jadi masih ada kemungkinan suatu saat manusia bisa menembus batas kecepatan cahaya sehingga dapat menjelajah luar angkasa dan kembali ke masa lampau. Allahualam.

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8797204